Ikuti kiat kiat menarik tentang kesehatan yang sudah saya rangkum sebagai Kumpulan Artikel kesehatan.

Penyebab Disfungsi Ereksi

APA ITU EREKSI?

Penyebab Disfungsi Ereksi

Penyebab Disfungsi Ereksi

Sebelum menelaah lebih jauh tentang penyebab disfungsi ereksi, ada baiknya kita kenali dulu maksud dari ereksi itu sendiri serta bagaimana ereksi dapat terjadi.

Ereksi adalah perubahan fisik penis yang terlihat membesar dan terasa mengeras karena masuknya aliran darah ke dalamnya, sebagai kelanjutan dari adanya rangsangan yang diterima baik secara langsung maupun tidak langsung.

Ereksi merupakan hasil koordinasi beberapa anggota tubuh mulai dari otak, pembuluh darah, saraf serta sejumlah hormon khusus. Saat tubuh menerima rangsangan, otak akan mempersepsikan pemikiran erotis yang memicu hadirnya gairah seksual.

Otak lalu memerintahkan hormon tertentu untuk memacu kerja jantung dan membuka pembuluh darah tubuh termasuk pada pangkal penis. Kondisi ini membuat seseorang yang bergairah merasakan debaran jantung yang lebih cepat dari biasanya.

Selanjutnya jantung akan memompa darah ke pembuluh darah yang telah terbuka tersebut. Aliran darah yang masuk membuat penis membesar dan mengeras (ereksi). Tingkatan ereksi sepenuhnya dikendalikan oleh stimulan atau rangsangan yang diterima oleh otak.

Seluruh rangkaian ini bekerja layaknya sebuah lingkaran yang saling berkaitan, sehingga kegagalan fungsi salah satu bagian tubuh dapat menyebabkan penis tidak dapat ber-ereksi ataupun ereksinya tidak sempurna.PENYEBAB DISFUNGSI EREKSI
Berdasarkan pengertian ereksi di atas, akan lebih mudah bagi kita untuk memahami penyebab disfungsi ereksi. Secara umum penyebabnya terbagi atas tiga bagian utama, yaitu penyebab fisik, medis serta psikis (psikologis).

Penjelasan detil bagi masing-masing penyebab dapat ditemukan pada halaman selanjutnya.

1. PENYEBAB FISIK
Sebab fisik di sini berarti adanya penyakit atau gangguan pada tubuh secara fisik yang menghambat kerja salah satu organ pendukung ereksi. Penyebab fisik dapat dibagi menjadi 4 bagian besar, yaitu:

A. VASKULOGENIK
Merupakan kondisi fisik yang mempengaruhi aliran darah ke penis. Disfungsi ereksi sangat berkaitan erat dengan penyakit kardiovaskular, yaitu gangguan pada kinerja jantung dan pembuluh darah dalam memompa dan mengalirkan darah dalam tubuh.

Kenyataannya memang sebagian besar keluhan penderita disfungsi ereksi disebabkan oleh masalah jantung!
Beberapa penyakit yang masuk ke dalam kategori ini adalah:

Penyakit jantung atau pembuluh darah seperti aterosklerosis (pengerasan pembuluh darah).
Hipertensi atau tekanan darah tinggi.
Diebetes mempengaruhi suplai darah serta respon syaraf pada penis, sehingga dapat dimasukkan dalam kategori ini.
B. NEUROGENIK
Neorogenik merupakan segala kondisi fisik yang mempengaruhi sistem saraf yang terdapat dalam tubuh, baik itu pada otak, saraf ataupun pada sumsum tulang belakang.

Beberapa kasus neurogenik yang dapat menjadi penyebab disfungsi ereksi adalah:

Multiple sclerosis yang mempengaruhi tindakan standar tubuh seperti gerakan sederhana atau keseimbangannya.
Penyakit Parkinson, gangguan syaraf yang mempengaruhi kinerja otak dalam mengkoordinasikan gerakan tubuh, termasuk berbicara, menulis ataupun berjalan.
Adanya cedera pada tulang belakang.
Stroke, dimana terdapat gangguan pada pasokan darah menuju otak.
C. HORMONAL
Hormon diproduksi oleh tubuh berdasarkan kebutuhan. Saat produksi ini terhambat atau berlebih, kinerja tubuh akan terganggu. Ada beberapa gangguan tingkat produksi hormon dapat menyebabkan disfungsi ereksi.

Gangguan hormonal tersebut dapat berupa:

Hipogonadisme, merupakan kondisi yang mempengaruhi produksi hormon testosteron, dimana hormon yang dihasilkan terlalu rendah sehingga tidak cukup untuk memicu gairah seksual pria.
Hipertiroidisme, dimana kelenjar tiroid terlalu aktif sehingga memproduksi hormon tiroid dalam jumlah melebihi kebutuhan.
Hypothyroidisme, merupakan kebalikan dari hipertiroidisme, jumlah hormon tiroid kurang dari kebutuhan.
Sindrom Cushing, adalah kondisi yang mempengaruhi produksi hormon kortisol.
D. ANATOMI
Sesuai namanya, kondisi ini berhubungan dengan struktur fisik dari penis itu sendiri. Peyroine merupakan salah satu penyakit yang mempengaruhi jaringan penis dan dapat menyebabkan disfungsi ereksi.

Selanjutnya adalah penjelasan tentang penyebab medis gangguan disfungsi ereksi

2. PENYEBAB MEDIS (PENGOBATAN)
Sejumlah pengobatan memang memiliki efek samping terhadap kemampuan pria mendapatkan ereksi yang kuat dan keras. Kebanyakan efek ini hanya bersifat sementara dan akan teratasi setelah masa pengobatan berakhir.

Perlu diingatkan, penyebab ini tidak dapat digeneralisir untuk semua orang, karena adanya perbedaan respon tubuh dari setiap pasien atas perawatan medis yang dijalaninya.
Obat-obatan yang dapat menjadi penyebab disfungsi ereksi antara lain:

Diuretik.
Merupakan jenis obat-obatan yang berfungsi untuk meningkatkan produksi urin. Jenis obat ini sering digunakan untuk mengobati tekanan darah tinggi (hipertensi), gagal jantung dan penyakit ginjal.
Antihipertensi.
Adalah berbagai jenis obat yang digunakan untuk menangani masalah tekanan darah tinggi.
Fibrat.
Obat untuk menurunkan kadar kolesterol.
Antipsikotik.
Jenis obat untuk menangani masalah kesehatan mental misalnya skizofernia.
Antidepresan.
Obat untuk menolong penderita depresi serta untuk mengurangi rasa nyeri.
Kortikosteroid.
Jenis obat dengan kandungan steroid.
H2-antagonis.
Sering diresepkan untuk mengatasi gangguan maag akut.
Antikonvulsan.
Jenis obat untuk penderita epilepsi.
Antihistamin.
Obat untuk menangani akibat dari alergi, seperti demam dan lainnya.
Anti-Androgen.
Obat untuk menekan produksi hormon androgen (hormon seks pria).
Sitotoksik.
Jenis obat dalam kemoterapi untuk mencegah sel-sel kanker dari membagi dan berkembang.
Penyebab psikologis serta saran solusi temporer masalah disfungsi ereksi dapat ditemukan pada halaman berikutnya.

2. PENYEBAB MEDIS (PENGOBATAN)
Sejumlah pengobatan memang memiliki efek samping terhadap kemampuan pria mendapatkan ereksi yang kuat dan keras. Kebanyakan efek ini hanya bersifat sementara dan akan teratasi setelah masa pengobatan berakhir.

Perlu diingatkan, penyebab ini tidak dapat digeneralisir untuk semua orang, karena adanya perbedaan respon tubuh dari setiap pasien atas perawatan medis yang dijalaninya.
Obat-obatan yang dapat menjadi penyebab disfungsi ereksi antara lain:

Diuretik.
Merupakan jenis obat-obatan yang berfungsi untuk meningkatkan produksi urin. Jenis obat ini sering digunakan untuk mengobati tekanan darah tinggi (hipertensi), gagal jantung dan penyakit ginjal.
Antihipertensi.
Adalah berbagai jenis obat yang digunakan untuk menangani masalah tekanan darah tinggi.
Fibrat.
Obat untuk menurunkan kadar kolesterol.
Antipsikotik.
Jenis obat untuk menangani masalah kesehatan mental misalnya skizofernia.
Antidepresan.
Obat untuk menolong penderita depresi serta untuk mengurangi rasa nyeri.
Kortikosteroid.
Jenis obat dengan kandungan steroid.
H2-antagonis.
Sering diresepkan untuk mengatasi gangguan maag akut.
Antikonvulsan.
Jenis obat untuk penderita epilepsi.
Antihistamin.
Obat untuk menangani akibat dari alergi, seperti demam dan lainnya.
Anti-Androgen.
Obat untuk menekan produksi hormon androgen (hormon seks pria).
Sitotoksik.
Jenis obat dalam kemoterapi untuk mencegah sel-sel kanker dari membagi dan berkembang.
Penyebab psikologis serta saran solusi temporer masalah disfungsi ereksi dapat ditemukan pada halaman berikutnya.

3. PENYEBAB PSIKIS (PSIKOLOGIS)
Beberapa kondisi psikis yang dapat menjadi penyebab disfungsi ereksi adalah:

Depresi.
Sebuah kondisi psikologis dimana sang penderita mengalami kesedihan yang mendalam serta berlangsung dalam jangka waktu cukup lama.
Kecemasan.
Adanya rasa tidak nyaman, selalu khawatir dan takut terhadap sesuatu.
Disfungsi ereksi sering terjadi karena kombinasi dari penyebab psikis dan fisik. Suatu misal, jika seorang pria menderita diabetes, pria tersebut cenderung sulit untuk ber-ereksi. Pria dapat menjadi cemas karena butuh waktu yang lama baginya untuk dapat “berdiri”.

Kombinasi diabetes dan kecemasan tersebut akan semakin justru dapat memperparah disfungsi ereksi.
Kondisi emosional seperti adanya masalah antar pasangan sehingga membuat mereka tidak dapat berkomunikasi dengan baik juga dapat memiliki andil sebagai penyebab gangguan ini.

Selain penyebab psikis di atas, ada sejumlah faktor psikologis lain yang dapat dicurigai, seperti:

Minimnya pengetahuan akan masalah seks.
Pengalaman seks di masa lalu yang buruk dan masih menghantui.
4. PENYEBAB LAINNYA
Beberapa faktor lain yang tidak dapat dikategorikan pada penyebab di atas, namun terkadang justru dapat menjadi penyebab utama masalah disfungsi ereksi, dimasukkan dalam kategori ini

Penyebab lain tersebut dapat berupa:

Kebiasaan mengkonsumsi alkohol, apalagi secara berlebih.
Kelelahan.
Penggunaan obat-obatan terlarang seperti ganja, heroin dan lainnya.
SOLUSI UNTUK DISFUNGSI EREKSI
Terdapat sejumlah solusi untuk mengatasi masalah ini. Ada solusi yang bersifat permanen, ada pula yang merupakan solusi sementara.

Solusi permanen umumnya membutuhkan perawatan yang rutin dan memakan waktu lama serta biaya yang tidak sedikit. Terkadang pria menjadi tidak sabar, apalagi kebutuhan seksual bagi sebagian orang adalah sesuatu yang tak terpisahkan dalam hidupnya.

Bagi mereka yang ingin segera mendapatkan kembali ereksi penis yang kuat dan keras, ada sejumlah produk obat kuat yang memang menjadi solusi sementara baginya. Salah satu produk yang menjadi pioner dalam bidang ini dalam Obat Kuat Viagra®!
Pria dapat menggunakan produk tersebut untuk berhubungan intim sembari terus menjalani perawatan untuk mengobati disfungsi ereksi.

Solusi tanpa obat-obatan untuk merangsang ereksi pria bisa juga menggunakan alat bantu sex. Walau tak dapat dipungkiri efektivitasnya tak sehandal obat kuat.

Post a Comment

Your email is kept private. Required fields are marked *